KURSOR merah

Translate

Selasa, 16 Juni 2015

macam - macam peta



1.       Macam – macam peta
Peta dapat digolongkan berdasarkan skala, isi, objek yang dipetakan dan bentuknya.
a.       Berdasarkan skalanya, peta dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu:
1)      Peta kadaster, merupakan peta yang berskala 1: 1.000 sampai dengan 1: 5.000
 contoh dari peta ini adalah peta tanah dan peta – peta sertifikat tanah.
2)      Peta skala besar, merupakan peta yang berskala 1: 5.000 sampai dengan 1: 250.000 peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah – wilayah yang relative sempit.
Contoh: peta ini antara lain peta kelurahan, peta kecamatan dan peta desa
3)      Peta skala sedang, merupakan peta skala 1:250.00 sampai 1: 500.000. peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah – daerah yang agak luas.
Contoh dari peta ini adalah peta DIY Yogyakarta, peta bali
4)      Peta skala kecil, merupakan peta yang berskala 1: 500.00 sampai dengan 1:1000.000. peta ini berskala kecil digunakan untuk daerah – daerah yang cukup luas, pada umumnya berupa Negara.
5)      Peta skala geogarafis, merupakan peta yang memiliki skala yang lebih besar. Peta ini umumnya digunakan untuk  menggambarkan kelompok Negara, benua atau dunia.
Contoh peta ini antara lain pada peta ASEAN, peta Benua Australia, dan peta dunia.

b.      Berdasarkan isinya, peta digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:
1)      Peta umum (ikhtisar), yakni peta yang memberikan gambaran umum atau kenampakan yang bersifat umum pada suatu daerah tertentu. Peta umum terdiri atas dua macam, yaitu:
a)      Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi dan reliefnya.
b)      Peta korografi, yakni peta yang menggambarkan seluruh permukaan bumi secara umum.
Contoh peta dunia.

2)      Peta khusus atau peta tematik, yaitu peta yang menggambarkan kenampakan  yang bersifat khusus yang ada di daerah tertentu. Jenis – jenis peta tematik antara lain:
a)      Peta kepadatan penduduk, yakni peta yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah  dengan luas daerahnya.
b)      Peta kriminalitas, yakni peta yang menggambarkan persebaran kejahatan disuatu wilayah.
c)       Peta air tanah, yakni peta yang menggambarkan  lokasi atau sebaran air tanah pada suatu daerah tertentu.
d)      Peta irigasi, yakni peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, bendungan air dan saluran irigasi.
e)      Peta geologi, yakni peta yang menggambarkan struktur batuan dan sifat – sifatnya yang dapat memengaruhi bentuk – bentuk permukaan tanah.
f)       Peta transportasi, yakni peta yang menggambarkan jalur – jalur lalu lintas, baik didarat, laut maupun udara.
g)      Peta tanah, yakni peta yang menggambarkan dan menggolongkan jenis – jenis tanah dengan tingkat aktivitas manusia.
h)      Peta isohyets, yakni peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan di suatu tempat.
i)        Peta arkeologi, yakni peta yang menggambarkan penyebaran letak benda – benda atau peninggalan purba.
j)        Peta penggunaan lahan, yakni peta yang menggambarkan bentuk penggunaan yang ada hubungan antara lingkungan geografis dan aktifitas manusia.
k)      Peta lokasi, yakni peta yang menggambarkan lietak suatu tempat dipermukaan bumi.

3)      Berdasarkan objek yang dipetakan peta digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:
a)       peta statis atau stasioner, yakni peta yang  menggambarkan keadaan
yang relative tetap atau jarang berubah
Contoh: peta tanah, peta administrasi suatu wilayah desa atau perkotaan, dan peta geologi.
b)      Peta dinamis, yakni peta yang berisi keadaan yang dinamis atau cepat berubah.
Contohnya peta urbanisasi, peta transmigrasi, peta perencanaan wilayah kota, dan peta tata guna lahan.

4)      Berdasarkan bentuknya, peta dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:
a)      Peta timbul (peta relief), yakni peta yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya.
b)      Peta datar (peta biasa), yakni peta yang dibuat pada bidang datar,
Contohnya pada kertas.
c)       Peta digital, yakni peta yang dibuat menggunakan computer oleh karena menggunakan computer, maka proses pembuatan maupun revisi peta menjadi lebih cepat peta digital dapat ditayangkan melalui monitor kompouter dan layar televisi

mohon maaf jika terjadi kesalahan tulisan atau ada kekurangan, dan juga maaf saya tidak lampirkan poto peta.

Sabtu, 23 Mei 2015

symbol frequensi chanel indo terbaru

ini dia symbl frequensi terbaru yang tentunya free to air (fta) sebenarnya masih banyak chanel yang lain tapi saya capek kalo mau ditulis semua hehe
oh ya mohon maaf tidak disertai gambar

BERIKUT FREQUENSI SYMBOL CHANEL TERBARU
CHANEL SATELIT FREQUENSI SYMBLOL POLARITAS
TOP HIT PALAPA_D 3781 29899 V
INFO TV PALAPA_D 3880 30000 H
DANGDUT PALAPA_D 3781 29899 V
MATRIX TV PALAPA_D 3945 7400 V
DMC TV PALAPA_D 3932 15800 V
MNC TV PALAPA_D 4184 6700 V
NET PALAPA_D 4006 6400 V
R TV PALAPA_D 3863 4330 V
KOMPAS TV MP4 PALAPA_D 4051 1600 V
GLOBAL TV PALAPA_D 3934 6500 H
BERITA SATU PALAPA_D 4140 30000 V
TV ONE PALAPA_D 3785 5632 H
ANTARA TV PALAPA_D 3627 17984 H
JAK TV PALAPA_D 4080 28125 H
C TV PALAPA_D 3932 15800 V
ON CHANEL PALAPA_D 3601 31000 V
INDOMARET PALAPA_D 3434 4383 H
RCTI PALAPA_D 3775 6519 H
INDOSIAR MP2 PALAPA_D 3746 6250 H
INDOSIAR NETWORK PALAPA_D 3755 6250 H
SCTV MP2 PALAPA_D 3746 6250 H
SCTV NETWORK PALAPA_D 3755 6250 H
BALI TV PALAPA_D 3926 2580 H
RUAI TV PALAPA_D 3932 15800 V
MWD DOKUMENTER PALAPA_D 4110 11669 H
MWD SHOPPING PALAPA_D 4110 11669 H
MWD MUSIC PALAPA_D 4110 11669 H
MWD PALAPA_D 4110 11669 H
MWD VARIETY PALAPA_D 4110 11669 H
MWD SERIES PALAPA_D 4110 11669 H
MWD MOVIE PALAPA_D 4110 11669 H
NUSANTARA MEASAT3/3A 2820 27500 V
WISATA HATI MEASAT3/3A 2820 27500 V
NAB TV MEASAT3/3A 2820 27500 V
HANG OUT MEASAT3/3A 2820 27500 V
UNIVERSITAS MEASAT3/3A 2820 27500 V
RODA CH MEASAT3/3A 2820 27500 V
DEMOKRASI MEASAT3/3A 2820 27500 V
HI INDO MEASAT3/3A 2820 27500 V
TRANS 7 TELKOM 3990 6000 H
TRANS TV TELKOM 4086 6000 H
SPACESTOON 2 TELKOM 3732 4160 H
SPACESTOON 1 TELKOM 3732 4160 H
ANTV TELKOM 4014 6000 H
TVRI NASIONAL C. ASIASAT 5 3763 3499 H
METRO TV C. ASIASAT 6 4080 28249 H
BLOMBERG C. ASIASAT 7 4081 28124 H
ELSHINTA C. ASIASAT 8 4081 28124 H
JAYA TV C. ASIASAT 9 3812 3000 H
CHANEL BARU
NEWS PALAPA_D 3575 6360 V
I NEWS TV_JKT PALAPA_D 3958 2400 V

sampul facebook detective conan

saya akan membagikan sampul yang saya temukan dari grup fb tapi ini saya edit dikit he he saya sih mau ngakuin buatan saya tapi nyatanya bukan, saya hanya mengubah beberapa tampilan nya saja dengan photoshop
ini dia sampul detective conan
ini sampul saya edit khusus buat para conanian

Minggu, 26 Oktober 2014

apa itu klan



Klan adalah kesatuan kekerabatan yang terdiri atas gabungan keluarga luas yang berasal dari satu nenek moyang berdasarkan garis keturunan dari ayah saja, atau ibu saja.
Ada dua macam klan yang sangat berbeda, yaitu:
1.       Klan matrilineal adalah system kekerabatan yang diambil  dari garis keturunan ibu. Berlaku dimasyarakat minangkabau. Mereka menyebut sebagai suku. Klan ini termasuk kecil, karena jumlahnya kurang dari 100 dan mereka masih saling mengenal  satu dengan lainnya.
2.       Klan patrileneal adalah system kekerabatan yang diambil  berdasarkan garis keturunan dari pihak ayah. Berlaku di dalam kehidupan masyarakat Batak. Mereka menyebut sebagai marga. Klan ini termasuk klan besar, karena jumlahnya mencapai ribuan dan antara yang satu dan yang lainnya belum tentu saling mengenal.
Hal yang mengikat mereka adalah: lambing marga, kesamaan nama marga, nyanyian/ dongeng suci.
Fungsi klan dalam keidupan masyarakat minangkabau (klan kecil) adalah:
a.       Melakukan upacara adat bersama – sama,
b.      Mengatur perkawinan secara eksogami
c.       Memelihara harta pusaka,
d.      Melakukan usaha produktif
Fungsi klan besar pada masyarakat Batak (patrilineal) adalah:
A.      Sebagai rangka  dalam hubungan antarkelas,
B.      Sebagai dasar organisasi politik di daerahnya,
C.      Mengatur perkawinan secara eksogami,
D.      Menyelengggarakan upacara ritual keagamaan secara bersama – sama,
Sifat klan besar adalah:
a.       Keanggotaan tidak dapat dirangkap(ekslusif)
b.      Terikat adat (circumscriptive)
c.       Terbatas (definitive) 

Mohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan kata berupa salah tulis atau huruf yang kurang
Terimakasih telah berkunjung di blog saya

KEANEKARAGAMAN KEBUDAYAAN,AGAMA DAN KLAN

KEANEKARAGAMAN KEBUDAYAAN,AGAMA DAN KLAN

A.      KEANEKARAGAMAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang dalam bahasa Sansekerta terdiri dari kata buddh yang berarti akal, kemudian menjadi kata buddhi, dan kata daya yang berarti kekuatan, buah, atau hasil. Budaya dapat diartikan sebagai hasil buah piker atau akal manusia. Dalam bahasa inggris kebudayaan disebut culture, atau dalam bahasa yunani yang berasal dari kata colore yang berarti mengerjakan tanah. Dalam bahasa paling sederhana dapat dikatakan bahwa kebudayaan mencul dari sesuatu yang tidak biasa menjadi kebiasaan dan diikuti oleh orang banyak.

Secara umum kebudayaan terdiri dari unsur yang sama yang pasti dimiliki oleh setiap budaya dari setiap masyarakat, yang sering disebut cultural universal. Unsur – unsur tersebut adalah sebagai berikut.
1.       Sistem religi
2.       Sistem kekerabatan atau kemasyarakatan (organisasi social)
3.       Sistem kesenian
4.       Sistem komunikasi (bahasa)
5.       Sistem pengetahuan
6.       Sistem mata pencaharian (system ekonomi)
7.       Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia (Sistem teknologi)
Keanekaragaman kebudayaan yang ada di Indonesia antara lain:
1.       Kebudayaan Daerah Gayo, Alas, Dan Batak
Sistem religi yang dianut masyrakat gayo, alas, Batak Angkola, dan mandailing mayoritas memeluk agama Islam, sedangkan Sistem religi yang dianut masyarakat Batak Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba mayoritas memeluk agama Kristen Protestan.
System kekerabatan yang dianut masyarakat Gayo, Alas, dan Batak adalah kekerabatan patrilineal dengan Sistem marga dan masih memegang kuat tradisi warisan nenek moyang.
Kesenian tradisional masyarakat Batak berupa tarian adat tor – tor dsan kain tenun ulos. Ulos bukan sekedar kain melainkan lambing yang digunakan dalam upacara ritual tertentu.

2.       Kebudyaan Daerah Minangkabau
System religi pada masyarakat minangkabau mayoritas penganut agama Islam . system kekerabatan yang dianut adalah matrilineal yang diatur oleh ninik mamak, yakni saudara laki – laki dari ibu. Masyarakat adat Minangkabau terdiri dari klan – klan kecil (suku) yang ada hubungan geneologis. Kekhasan hasil kebudayaan berupa  rumah adat Minangkabau disebut gadang.

3.       Kebudayaan Daerah Kalimantan
System religi masyarakat adat Dayak sebelum agama masuk dan dikenal masyarakat  adalah kepercayaan Keharingan. Pola kebiasaan masyarakat adat dimasa lampau berupa mengayau, yakni memenggal kepala musuh. Disamping itu, masyarakat adat Dayak mengenal acara pembakaran mayat yang disebut tiwah

4.       Kebudayan Daerah Toraja
Masyarakat adat Toraja merupakan keturunan ras Melayu Tua (Proto Melayu) yang sejak mula telah mengenal kepercayaan animism dan dinamisme. Mereka biasa menguburkan jenazah di dinding bukit dan gua dilereng bukit dengan menyelenggarakan upacara pesta yang sangat meriah.

5.       Kebudayaan Daerah Ternate
System religi masyarakat adat Ternate, Tidore, Halmahera, tobelo dan sula mayoritas beragama islam. Di awal abad ke -16 bangsa (Portugis dan Spanyol) masuk sekaligus menadai masuknya agama Kristen dan katolik.

6.       Kebudayaan Daerah Papua
System religi yang di anut masyarakat adat Papua yang terdiri atas banyak suku masing – masing memiliki tradisi berbeda – beda. Namun secara umum mereka telah mengenal system kepercayaan:
a.       Totemisme, meyakini adanya hubungan gaib antara manusia dengan benda ataupun hewan/pepohonan tertentu yang dipercaya sebagai leluhur mereka. Oleh karena itu, penganut totenisme pada masa purba membuat patung pemujaan.
b.      Fetiyisme, meyakini adanya benda keramat atau ajimat yang memiliki roh dan kekuatan sakti.
c.       Animisme, yakni memuja kekuatan roh gaib terutama roh nenek moyang.
d.      Dinasmisme, yakni meyakini bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.

Masyarakat yang telah maju mulai meninggalkan kepercayaan animism dan dinamisme dan umumnya memeluk agama Kristen. Masyarakat adat Papua mengenal kebiasann pesta bakar batu sebagai pesta perdamaian. Hasil kebudayaan seni ukir patung kayu orang – orang suku Asmat dikenal bernilai religious, termasuk hasil karya yang mengagumkan dunia.
7.       Kebudayaan Daerah Bali dan Lombok
System religi masyarakat Bali dan Lombok mayoritas memeluk agama hindu. Pola kehidupan sehari – hari sangan diwarnai dengan nilai – nilai keagamaan. Mereka masih menganut system kasta. Keunikan dan keindahan upacara – upacara keagamaan yang diwarnai tarian dan karya seni mengundang kekaguman wisatawan. Upacara adat yang terkenal antara lain: pembakaran mayat(ngaben), Hari raya Nyepi, Galungan, dan lain – lain.

8.       Kebudayaan Daerah Jawa
System religi masyarakat adat jawa dikenal dengan aliran kepercayaan yang bernuansa klenik, yakni hal – hal yang berbau gaib dan mistis. Masyarakat jawa pada umumnya masih mewarisi kebudayaan feudal, memiliki bahasa bertingkat – tingkat yang pemakaiannya berbeda – beda didasarkan atas status sosial, kebudayaan jawa sangat terkenal dengan bentuk: huruf jawa, kesenian wayang, lukisan, batik, gamelan, reog ponorogo, dan tarian klasik lainnya masyarakat jawa masih terbagi menjadi beberapa etnis yang masing – masing memiliki cirri khas. Missal: etnis Madura, berbeda dengan etnis solo ataupun Jogja. System kekerabatan masyarakat Jawa adalah system kekerabatan bilateral.

9.       Kebudayaan Daerah Sunda
System religi masyarakat Sunda mayoritas beragama islam kebudayaan Sunda mirip dengan kebudayaan Jawa. Kesenian khasnya berupa: wayang golek, angklung, degung, dan tari jaipong. Didaerah Banten dikenal seni tradisional debus


B.      KEANEKARAGAMAN AGAMA
Pemerintah RI mengakui ada enam agama yang diizinkan berkembang di Indonesia yakni: agama Islam. Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Kong Huchu. Selain terdapat agama anutan tertentu, Indonesia juga memiliki keyakinan kepercayaan khusus yang dikenal sebagai aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa yang dibawah pembinaan Depatemen Pendidikan Nasional sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Dengan adanya kemajemukan agama dan kepercayaan inilah maka perlu dikembangkan sikap sebagai berikut.
1.       Agama merupakan pewujudan hak asasi manusia yang harus dihormati dan dihargai kebebasan dalam menjalankan ibadahnya
2.       Bahwa perbedaan tersebut memperkaya khazanah budaya bangsa.
3.       Bahwa perbedaan tersebut merupakan bagian dari harmoni social.
4.       Perlu dikembangkan sikap toleransi terhadap sesama umat ciptaan tuhan
5.       Perlu diupayakan adanya kerukunan antarumat beragama, sehingga agama bukan sebagai pemecaha belah melainkan sebagai pemersatu.

C.      KEANEKARAGAMAN KLAN
Klan adalah kesatuan kekerabatan yang terdiri atas gabungan keluarga luas yang berasal dari satu nenek moyang berdasarkan garis keturunan dari ayah saja, atau ibu saja.
Ada dua macam klan yang sangat berbeda, yaitu:
1.       Klan matrilineal adalah system kekerabatan yang diambil  dari garis keturunan ibu. Berlaku dimasyarakat minangkabau. Mereka menyebut sebagai suku. Klan ini termasuk kecil, karena jumlahnya kurang dari 100 dan mereka masih saling mengenal  satu dengan lainnya.
2.       Klan patrileneal adalah system kekerabatan yang diambil  berdasarkan garis keturunan dari pihak ayah. Berlaku di dalam kehidupan masyarakat Batak. Mereka menyebut sebagai marga. Klan ini termasuk klan besar, karena jumlahnya mencapai ribuan dan antara yang satu dan yang lainnya belum tentu saling mengenal.
Hal yang mengikat mereka adalah: lambing marga, kesamaan nama marga, nyanyian/ dongeng suci.
Fungsi klan dalam keidupan masyarakat minangkabau (klan kecil) adalah:
a.       Melakukan upacara adat bersama – sama,
b.      Mengatur perkawinan secara eksogami
c.       Memelihara harta pusaka,
d.      Melakukan usaha produktif
Fungsi klan besar pada masyarakat Batak (patrilineal) adalah:
A.      Sebagai rangka  dalam hubungan antarkelas,
B.      Sebagai dasar organisasi politik di daerahnya,
C.      Mengatur perkawinan secara eksogami,
D.      Menyelengggarakan upacara ritual keagamaan secara bersama – sama,
Sifat klan besar adalah:
a.       Keanggotaan tidak dapat dirangkap(ekslusif)
b.      Terikat adat (circumscriptive)
c.       Terbatas (definitive) 

Mohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan kata berupa salah tulis atau huruf yang kurang
Terimakasih telah berkunjung di blog saya